Calang, TP — Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Aceh Jaya kembali menggelar patroli penegakan ketertiban umum sebagai implementasi Qanun Aceh Jaya Nomor 2 Tahun 2023. Operasi ini difokuskan pada tiga aspek: tertib pendidikan, tertib sosial, dan tertib ternak.
Dalam patroli yang berlangsung di sejumlah titik, petugas mengamankan tujuh pelajar yang kedapatan membolos, terdiri dari tiga siswa SLTP dan empat siswa SLTA. Mereka ditemukan di lokasi berbeda, sebagian sedang bersantai, bermain gim di ponsel, hingga merokok.
“Kami menemukan tiga siswa SLTP di Pantai Panorama Calang, sementara dua siswa SLTA berada di gang kios sekitar Calang. Dua lainnya kami temukan merokok di salah satu kios di Padang Datar, Krueng Sabee,” kata Hamdani, Kabid Ketertiban Umum, Ketenteraman, dan Pelindungan Masyarakat Satpol PP Aceh Jaya, mewakili Kepala Satpol PP dan WH, Drs. Supriadi.
Seluruh siswa kemudian dibawa untuk pembinaan bersama dewan guru serta diminta menandatangani surat pernyataan pelanggaran Qanun sebagai komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan mereka.
Hamdani mengungkapkan, interogasi terhadap siswa menunjukkan temuan yang mengkhawatirkan. Sebagian mengaku merokok di rumah dengan sepengetahuan orang tua, bahkan ada yang mencari uang saat jam sekolah. Dalam satu kasus, seorang siswa tetap asyik memainkan telepon genggamnya meski sudah ditegur petugas.
“Kami mengharapkan seluruh pihak—orang tua, guru, komite sekolah, tokoh masyarakat—ikut mengawasi disiplin siswa. Mereka adalah generasi penerus yang harus dijaga dan diarahkan,” ujar Hamdani.
Pada hari yang sama, tim Pranata Trantibum menemukan sekitar sembilan pelajar SLTP sedang merokok di Gampong Pasi Tulak Bala, Kecamatan Teunom. Mereka langsung kabur ketika melihat mobil patroli mendekat, hingga satu unit sepeda motor tertinggal di lokasi dan diamankan petugas.
Sekitar 30 menit kemudian, dua siswa kembali ke lokasi untuk mengambil motor tersebut. Setelah mengakui kesalahan dan bersedia menandatangani surat pernyataan, sepeda motor akhirnya dikembalikan. Petugas juga memberikan pembinaan di tempat.
Hamdani menegaskan bahwa patroli rutin akan terus dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan ketertiban dan untuk menekan pelanggaran disiplin di kalangan pelajar.











