Banda Aceh, TP — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir menggelar pertemuan dengan NGO, LSM, OKP, serta relawan kemanusiaan untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat pemulihan Aceh pascabencana hidrometeorologi. Pertemuan berlangsung di Posko Tanggap Darurat, Selasa (9/12).
Dalam pertemuan tersebut, Nasir memaparkan perkembangan penanganan bencana di sejumlah wilayah terdampak. Ia menyebut proses evakuasi masih berlangsung, sementara pembukaan akses transportasi di Aceh Utara, Aceh Timur, dan wilayah tengah terus diupayakan guna memperlancar mobilisasi bantuan.
Sekda juga menekankan pentingnya kelancaran distribusi logistik oleh BNPB, Basarnas, serta relawan, termasuk percepatan pembangunan jembatan bailey untuk memulihkan konektivitas wilayah terdampak.
Selain itu, pemerintah memprioritaskan pemulihan jaringan komunikasi yang masih terkendala akibat pasokan listrik yang belum stabil. Pemerintah Aceh juga memastikan ketersediaan BBM, air bersih, serta menjaga stabilitas harga pangan selama masa pemulihan.
Nasir menambahkan, pemerintah tengah menjajaki skema renovasi rumah terdampak banjir bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) agar para pengungsi dapat segera kembali ke tempat tinggalnya.
Dalam sesi dialog, para relawan dan NGO menyampaikan sejumlah masukan, mulai dari kebutuhan air bersih, alat berat, fasilitas MCK, dapur umum, obat-obatan, hingga pemerataan posko kesehatan di tingkat desa. Mereka juga mendorong peningkatan transparansi penyaluran bantuan serta penyediaan informasi terpadu terkait posko dan alur distribusi logistik.
Menanggapi hal tersebut, Sekda Aceh menegaskan komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti setiap masukan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Pertemuan ini menjadi ruang monitoring bersama agar penanganan bencana berjalan transparan, responsif, dan tepat sasaran,” ujar Nasir.











