Banda Aceh, TP – Prof Mirza Tabrani resmi menjabat sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) untuk periode 2026–2031 setelah dilantik dalam prosesi pengucapan sumpah jabatan di Gedung AAC Dayan Dawood, Kampus Darussalam, Banda Aceh, Senin.
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK Safrizal ZA dan turut dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Sains, Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Khairul Munadi.
Dalam sambutannya, Safrizal ZA menyampaikan ucapan selamat kepada Mirza Tabrani atas amanah baru yang diemban sebagai pimpinan Universitas Syiah Kuala untuk lima tahun ke depan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada rektor sebelumnya, Prof Marwan, atas kontribusi dan kepemimpinannya dalam mengembangkan universitas tersebut.
Safrizal mengatakan proses pemilihan rektor kali ini berlangsung lancar dan kondusif, mencerminkan kematangan sistem demokrasi di lingkungan Universitas Syiah Kuala.
Menurutnya, keberhasilan proses pemilihan yang berlangsung tertib dan damai menjadi capaian yang patut diapresiasi oleh seluruh sivitas akademika kampus tersebut.
Selain itu, ia menilai kepemimpinan sebelumnya telah meletakkan fondasi penting bagi pengembangan Universitas Syiah Kuala, terutama dalam masa transisi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).
Dalam kesempatan tersebut, Safrizal juga menyinggung sejarah berdirinya Universitas Syiah Kuala yang tidak terlepas dari semangat para tokoh pendiri untuk melanjutkan tradisi keilmuan yang telah lama berkembang di Aceh.
Nama Universitas Syiah Kuala, kata dia, dipilih sebagai simbol keberlanjutan tradisi ilmu yang memadukan nilai keimanan, ilmu pengetahuan, serta kearifan lokal dengan semangat universal.
Karena itu, ia menegaskan USK memiliki peran penting bagi masyarakat Aceh dan kerap disebut sebagai “jantung hati rakyat Aceh”.
“Denyut kehidupan USK harus sejalan dengan denyut masyarakat Aceh. Kemajuan kampus ini diharapkan dapat dirasakan hingga ke seluruh pelosok daerah,” ujarnya.
Safrizal juga mengingatkan bahwa kepemimpinan universitas saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang mampu membawa perubahan sekaligus menjaga reputasi institusi.
Menurutnya, pimpinan universitas harus mampu menyeimbangkan kebebasan akademik dengan pengelolaan administrasi yang efektif serta mampu beradaptasi dengan dinamika perubahan yang cepat di dunia pendidikan tinggi.










