Banda Aceh, TP — Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh meminta seluruh penyedia jasa penyeberangan serta angkutan darat, laut, dan udara tujuan Aceh untuk tidak memberlakukan tarif yang tidak wajar di tengah situasi bencana.
“Kita sedang dirundung bencana. Mohon harga yang ditetapkan tetap dalam batas kewajaran dan tidak memberatkan masyarakat. Ini juga akan menjadi penilaian terhadap penanganan bencana Aceh,” kata Murthalamuddin di Banda Aceh, Rabu (10/12).
Ia mengakui, inisiatif masyarakat dan nelayan yang menyediakan jasa penyeberangan sungai menggunakan perahu sangat membantu warga akibat terputusnya jembatan. Namun demikian, ia menegaskan tarif yang dikenakan harus tetap manusiawi dan tidak memberatkan korban bencana.
Murthalamuddin juga meminta penyedia jasa transportasi udara, darat, dan laut untuk mengacu pada standar harga yang wajar, terutama bagi relawan dan pihak-pihak yang datang membantu penanganan bencana di Aceh.
“Kami minta ongkos yang diberlakukan tidak berlebihan. Penerapan harga terlalu mahal dapat menodai rasa kemanusiaan,” ujarnya.
Selain itu, ia mengimbau pemilik usaha sewa kendaraan agar tidak memanfaatkan situasi darurat dengan menaikkan tarif, khususnya bagi lembaga dan relawan yang terlibat langsung dalam penanganan pascabencana.
Murthalamuddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama bahu-membahu mendukung upaya pemulihan yang dilakukan Pemerintah Aceh, Pemerintah Pusat, dan seluruh komponen bangsa.
“Hari ini semua pihak membantu Aceh yang terdampak banjir dan longsor. Mari kita dukung dengan sikap saling peduli, termasuk menetapkan harga secara wajar,” katanya.











