Meulaboh, TP – Kepolisian Resor Aceh Barat meningkatkan patroli dan pengawasan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) guna mengantisipasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi secara berlebihan atau panic buying.
Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan mengatakan hingga saat ini kondisi pasokan BBM di wilayah tersebut masih aman dan aktivitas masyarakat di SPBU berjalan normal.
“Sejauh ini tidak ditemukan adanya panic buying. Ketersediaan BBM di Aceh Barat masih mencukupi,” kata Yhogi di Meulaboh, Sabtu (07/03).
Untuk memastikan kondisi di lapangan, Polres Aceh Barat juga menurunkan personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) untuk melakukan pengecekan langsung ke sejumlah SPBU di Kecamatan Johan Pahlawan dan Kecamatan Meureubo.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga serta mencegah kemungkinan penimbunan maupun pembelian dalam jumlah tidak wajar.
Dari hasil pemantauan di lapangan, polisi memastikan pasokan BBM di SPBU yang diperiksa masih dalam kondisi stabil. Jenis BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar juga masih tersedia dan dapat diakses masyarakat.
Petugas juga tidak menemukan antrean panjang ataupun aktivitas pembelian yang mencurigakan. Menurut kepolisian, masyarakat masih membeli BBM dalam jumlah yang wajar sesuai kebutuhan.
Meski demikian, kepolisian tetap mengintensifkan pengawasan di sejumlah SPBU sebagai langkah antisipasi.
Kapolres Aceh Barat mengimbau masyarakat agar tidak panik terkait isu ketersediaan BBM dan tetap membeli bahan bakar sesuai kebutuhan.
Ia menegaskan pihak kepolisian bersama instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan distribusi BBM di wilayah Aceh Barat berjalan lancar.
“Kami meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan maupun penimbunan. Distribusi BBM akan terus dipantau agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Polres Aceh Barat juga mengingatkan bahwa praktik penimbunan BBM maupun penjualan kembali untuk memperoleh keuntungan secara melawan hukum dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.










