Banda Aceh, TP – Pemadaman listrik yang melanda Aceh sejak Senin (29/9) terus menjadi keluhan utama warga. Gangguan sistem yang menyebabkan mati lampu berkepanjangan ini membuat aktivitas masyarakat di sejumlah daerah lumpuh.
Di Banda Aceh, warga berbondong-bondong membeli lampu darurat di toko elektronik kawasan Lingke pada Rabu (1/10). Antrean panjang terjadi karena masyarakat mencari solusi penerangan di tengah ketidakpastian kapan listrik kembali normal.
“Rumah gelap total, jadi terpaksa beli lampu cas biar ada penerangan. Sampai sekarang belum jelas kapan listrik pulih,” kata Fira Junida, warga Banda Aceh.
Tak sedikit warga memilih menghabiskan waktu di warung kopi (warkop). Selain mencari tempat yang lebih sejuk, warkop menjadi lokasi alternatif untuk mengisi daya ponsel dan laptop.
“Sehabis Isya langsung keluar, takut warkop penuh. Selain ngecas HP, saya juga belajar di sini. Di rumah panas sekali,” ujar Marissa, seorang mahasiswa.
Aktivitas Terganggu dan Lalu Lintas Macet
Gangguan listrik ini membuat sejumlah aktivitas warga terhenti. Reza Munawir, warga lainnya, mengaku kesulitan memasak dan mengakses air bersih.
“Nasi di rumah sudah habis. Internet juga ikut mati. Ironis, Aceh punya surplus listrik tapi masyarakat justru sering dirugikan,” ucapnya.
Reza mendesak pemerintah daerah dan PLN membangun gardu induk step-up agar listrik dari pembangkit di Aceh bisa langsung didistribusikan ke masyarakat tanpa hambatan.
Dampak pemadaman juga terasa di jalan raya. Di kawasan Simpang Surabaya dan Jamboe Tape, lalu lintas macet akibat lampu merah ikut padam. Polisi terpaksa turun langsung untuk mengatur arus kendaraan.
Penjelasan PLN Aceh
Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, mengatakan pihaknya telah memulihkan lebih dari 60 persen sistem kelistrikan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah gangguan terjadi pada Senin sore.
General Manager PLN UID Aceh, Mundhakir, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terdampak.
“PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Saat ini kami sedang mengoperasikan kembali PLTU Nagan Raya dan PLTMG Arun agar pasokan listrik bisa stabil,” jelasnya.
Menurutnya, gangguan tersebut menyebabkan berkurangnya pasokan sekitar 250 MW yang melayani pelanggan di Aceh. Dampaknya meluas hingga ke Pidie, Lhokseumawe, Langsa, Aceh Barat, Aceh Jaya, Aceh Selatan, dan sejumlah kabupaten lainnya.
Hingga kini proses pemulihan masih berlangsung. Warga berharap pemadaman listrik yang berhari-hari ini segera berakhir agar aktivitas kembali normal.











