Meulaboh, TP – Suara ledakan keras mengguncang kawasan Jalan Nasional, Lorong Nangka I, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (9/11/2025) sekitar pukul 12.30 WIB. Ledakan yang berasal dari sebuah gudang pabrik es kristal itu membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah. Dua pekerja dilaporkan mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Dari pantauan di lokasi, bagian atap plafon dan dinding gudang tampak mengalami kerusakan cukup parah akibat tekanan ledakan. Potongan material bangunan berserakan di sekitar lokasi, sementara bau menyengat dari zat pendingin masih tercium di udara.
Sejumlah warga yang berada tidak jauh dari lokasi mengaku sempat mendengar suara dentuman keras disertai getaran. “Kami semua kaget, rumah ikut bergetar. Awalnya dikira ada kecelakaan, ternyata suara dari arah gudang es,” ungkap Rizal, salah satu warga setempat.
Informasi awal yang berkembang menyebutkan, sumber ledakan diduga berasal dari tabung freon, komponen penting dalam sistem pendingin pabrik es tersebut. Tekanan tinggi dari gas yang bocor atau mengalami gangguan teknis kemungkinan memicu ledakan besar yang merusak sebagian bangunan.
Tak lama setelah kejadian, petugas kepolisian dari Polres Aceh Barat bersama aparat pemadam kebakaran dan BPBD setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan memastikan tidak ada korban tambahan. Area sekitar gudang juga telah dipasangi garis polisi (police line) guna mengamankan tempat kejadian dari kerumunan warga yang terus berdatangan.
Kapolres Aceh Barat melalui Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, yang dikonfirmasi terpisah, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut. “Tim Inafis sudah dikerahkan untuk melakukan identifikasi dan mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian. Kami juga akan memeriksa pemilik gudang dan saksi-saksi,” ujarnya.
Sementara itu, dua korban yang diduga merupakan pekerja di gudang pabrik es tersebut tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat. Belum diketahui secara pasti tingkat luka yang dialami keduanya, namun sumber medis menyebutkan keduanya mengalami luka bakar dan sesak napas akibat paparan gas.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat agar menjauh dari lokasi hingga proses penyelidikan selesai dilakukan. Warga juga diminta tidak menyebarkan informasi spekulatif yang belum terverifikasi terkait insiden tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berjaga di lokasi kejadian untuk mengantisipasi potensi ledakan susulan. BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup juga disebut akan dilibatkan untuk memeriksa kandungan gas yang masih tersisa di sekitar area gudang.











