Calang, TP – Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda ke-97, SMP Darun Nizham kembali memperkuat kemitraan strategis dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Aceh Jaya. Penegasan kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam pengembangan Program SIRAMBI (Sekolah Islam Berbasis Industri) yang telah berjalan sejak tahun 2023.
Kasie Pembinaan Usaha Industri Diskoperindag Aceh Jaya, Linda Desianti, S.KM., menyebut momentum Sumpah Pemuda menjadi simbol penting perjalanan kolaborasi tersebut.
“Di hari Sumpah Pemuda ini, kita memperkuat kembali kemitraan antara Darun Nizham dan Diskoperindag Aceh Jaya yang telah dimulai sejak 2023,” ujar Linda.
Program SIRAMBI sendiri diluncurkan pertama kali oleh Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan, Ners. Ernani Wijaya, M.Kes., yang menandai lahirnya konsep sekolah berbasis industri dari rahim pesantren.
Sepanjang 2024, SMP Darun Nizham berhasil melahirkan 114 produk halal dan jasa unggulan hasil inovasi santri dan guru. Produk tersebut meliputi makanan olahan lokal, herbal, hingga layanan digital berbasis pesantren.
Kepala SMP Darun Nizham, Ridwan, S.Pd.I., M.A., M.Pd., mengatakan kemitraan ini bukan sekadar dokumen seremonial, melainkan wujud nyata ukhuwah dan kolaborasi lintas sektor.
“Kami telah mendapatkan HKI, sertifikat halal untuk 100 produk, serta sertifikat TKDN berkat fasilitasi dari Diskoperindag. Ini bukti pesantren mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam bidang ekonomi dan teknologi,” ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi, pihak sekolah berencana memberikan penganugerahan Tokoh Mitra Strategis kepada Linda Desianti pada 6 November 2025, bersamaan dengan acara Pengukuhan SIRAMBI dan Penandatanganan Prasasti Kerja Sama yang akan digelar di halaman SMP Darun Nizham, Teunom.
Ketua panitia kegiatan, Sulaiman, S.Pd., menuturkan acara tersebut juga akan menjadi momentum historis karena Bupati Aceh Jaya yang kini menjabat merupakan alumni Darun Nizham.
“Ini momen inspiratif bagi generasi emas Aceh Jaya. Dulu beliau santri di sini, kini kembali sebagai pemimpin daerah untuk menandatangani MoU besar bagi pendidikan dan industri,” ujarnya.
Melalui program ini, pihak sekolah menegaskan komitmen untuk memperluas kolaborasi multisektor selama lima tahun ke depan, melibatkan dunia usaha, industri kreatif, dan perguruan tinggi.
“Kami ingin santri tidak hanya pandai membaca kitab, tapi juga pandai membaca peluang zaman,” tutup Ridwan.(Adv)










