Banda Aceh, TP – Pemerintah Aceh menyatakan sektor pendidikan menjadi salah satu fokus penanganan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir. Provinsi Aceh dipastikan masuk dalam prioritas program perbaikan sarana dan prasarana pendidikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengatakan perhatian tersebut diberikan menyusul banyaknya fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor.
“Alhamdulillah, Aceh menjadi salah satu provinsi yang menjadi perhatian dalam program revitalisasi sekolah tahun 2026,” kata Murthalamuddin, Selasa (2/12).
Menurut dia, kepastian itu diperoleh setelah rapat koordinasi antara Kemendikdasmen dan seluruh kepala dinas pendidikan kabupaten/kota di Aceh. Dalam pertemuan tersebut, Aceh disebut masuk dalam daerah prioritas perbaikan infrastruktur pendidikan.
Meski demikian, Murthalamuddin menyebut jumlah bantuan dan rincian program yang akan dialokasikan ke Aceh masih menunggu petunjuk teknis dari kementerian.
“Untuk skema dan besarannya masih dalam pembahasan di tingkat pusat. Kami menunggu arahan lanjutan,” ujarnya.
Murthalamuddin yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh menambahkan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti telah memastikan pemerintah pusat menyiapkan dukungan perbaikan sarana pendidikan bagi daerah terdampak bencana, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Berdasarkan data sementara Posko Penanganan Darurat Bencana Hidrometeorologi per Senin (1/12) pukul 14.50 WIB, sebanyak 161 unit fasilitas sekolah di Aceh dilaporkan mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor.
Pemerintah Aceh berharap program revitalisasi tersebut dapat mempercepat pemulihan layanan pendidikan dan memastikan aktivitas belajar mengajar kembali berjalan normal pascabencana.











