Reses DPRK Banda Aceh Soroti HIV hingga Mahar Tinggi

- Kontributor

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Farid Nyak Umar,ST., saat berbicara pada reses I masa persidangan II bersama warga

Farid Nyak Umar,ST., saat berbicara pada reses I masa persidangan II bersama warga

Banda Aceh, TP – Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar menggelar reses I masa persidangan II di Aula Gedung Bapelkes Banda Aceh, Rabu (11/2). Pertemuan itu dihadiri para da’i dan da’iyah perkotaan serta perwakilan muhtasib gampong se-Kota Banda Aceh.

Dalam forum tersebut, sejumlah isu sosial dan keagamaan mengemuka. Warga menyampaikan kekhawatiran terhadap meningkatnya kasus HIV yang dinilai semakin meresahkan orang tua. Selain itu, fenomena LGBT di kalangan generasi muda juga menjadi perhatian peserta reses.

Tak hanya itu, keberadaan warung kopi yang beroperasi 24 jam turut disorot. Warga menilai sejumlah tempat usaha tersebut kerap menjadi lokasi berkumpulnya muda-mudi hingga larut malam.

Baca Juga :  Wagub Aceh dan Mendikdasmen Letakkan Batu Pertama SMK Muhammadiyah Banda Aceh

“Ada aktivitas yang dinilai menjurus pada pelanggaran syariat, seperti remaja yang masih berada di warung kopi hingga menjelang subuh,” ujar Farid menyampaikan aspirasi warga.

Menurut peserta, kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran akan degradasi moral, terlebih Banda Aceh dikenal sebagai kota yang menerapkan syariat Islam. Persoalan kenakalan remaja pun diminta menjadi perhatian serius legislatif dan diteruskan kepada Pemerintah Kota untuk ditindaklanjuti.

Isu lain yang turut dibahas adalah tingginya mahar pernikahan. Warga menilai lonjakan harga emas berdampak langsung pada besaran mahar, sehingga memberatkan calon pengantin.

Baca Juga :  BMKG Aceh: Hujan Lebat Diprediksi Berlanjut hingga Akhir Januari

Mereka mengusulkan adanya penyesuaian adat agar nominal mahar dapat disesuaikan dengan kondisi ekonomi saat ini. Tingginya mahar dikhawatirkan membuat generasi muda menunda pernikahan dan berpotensi memunculkan persoalan sosial baru.

Reses tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh Alimsyah beserta jajaran. Warga berharap pemerintah meningkatkan sosialisasi dan edukasi terkait pelaksanaan syariat agar potensi pelanggaran bisa dicegah lebih dini.

Farid menegaskan seluruh masukan yang disampaikan akan dihimpun dan menjadi bahan pembahasan bersama pihak terkait di legislatif maupun eksekutif.

Berita Terkait

Prof Mirza Tabrani Nahkodai Universitas Syiah Kuala Lima Tahun ke Depan
Polres Aceh Barat Pantau SPBU, Distribusi Pertalite dan Solar Masih Normal
Mendagri dan Mensos Kunjungi Pidie Jaya, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana
Mendagri Dijadwalkan Tutup Aceh Ramadhan Festival di Masjid Raya Baiturrahman
Mudik Gratis 2026 Dibuka, Dishub Aceh Ajak Masyarakat Segera Daftar
Usai Tarawih, Mualem Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Aceh
Pemprov Aceh Lepas Tim Safari Ramadhan, Sasar 18 Daerah Terdampak Bencana
Pemkab Aceh Jaya Perkuat Transparansi Dana Desa Lewat IBC

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 23:18 WIB

Prof Mirza Tabrani Nahkodai Universitas Syiah Kuala Lima Tahun ke Depan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:24 WIB

Polres Aceh Barat Pantau SPBU, Distribusi Pertalite dan Solar Masih Normal

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:14 WIB

Mendagri dan Mensos Kunjungi Pidie Jaya, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:10 WIB

Mendagri Dijadwalkan Tutup Aceh Ramadhan Festival di Masjid Raya Baiturrahman

Rabu, 4 Maret 2026 - 07:06 WIB

Mudik Gratis 2026 Dibuka, Dishub Aceh Ajak Masyarakat Segera Daftar

Berita Terbaru