Lhoksukon, TP — Universitas Teuku Umar (UTU) memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan dari dua perguruan tinggi mitra kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. Penyaluran dilakukan pada 7–8 Februari 2026.
Bantuan tersebut berasal dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda dan Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang. UTU berperan sebagai koordinator penyaluran lintas kampus agar bantuan tepat sasaran ke wilayah terdampak.
Wakil Rektor II UTU Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Nyak Amir, mengatakan bantuan yang disalurkan berupa kain sarung dan mukena untuk mendukung kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Ramadhan. Dari Unmul, bantuan yang diserahkan berjumlah 255 kain sarung dan 255 mukena. Sementara dari Unsri, bantuan berupa 120 kain sarung dan 120 mukena.
Di Aceh Utara, bantuan didistribusikan ke empat desa yang terdampak banjir, yakni Bandar Panteu Breueh, Rawang Itek, Pucok Alue, dan Dayah. Sementara di Aceh Timur, bantuan diserahkan kepada warga Desa Lung Sa, Kecamatan Madat. Adapun di Aceh Tamiang, bantuan disalurkan ke Desa Kota Lintang Bawa, Kecamatan Kuala Simpang.
Nyak Amir berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat dan memberi manfaat nyata bagi penerima. Ia menegaskan UTU akan terus menjembatani kepedulian perguruan tinggi mitra dalam kegiatan kemanusiaan.
Perwakilan warga penerima bantuan di Lhoksukon, Ely Hazarni, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Ia menilai kolaborasi antarperguruan tinggi tersebut sangat membantu masyarakat dalam menghadapi dampak bencana.
Melalui kerja sama lintas kampus ini, UTU menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan sosial yang hadir dalam upaya tanggap darurat dan pemulihan pascabencana.










