Suka Makmue, TP — Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mencatat total kerusakan dan kerugian akibat banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025 mencapai lebih dari Rp1,1 triliun. Nilai tersebut merupakan hasil pendataan lintas sektor yang telah dilaporkan kepada pemerintah pusat sebagai dasar penanganan dan pemulihan pascabencana.
Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Pemerintah Aceh agar kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera diakomodasi.
Berdasarkan data pemerintah daerah, kerusakan terbesar terjadi pada sektor infrastruktur yang mencapai sekitar Rp572,7 miliar, diikuti sektor ekonomi sebesar Rp278,8 miliar dan kerusakan permukiman senilai lebih dari Rp131 miliar. Selain itu, kerusakan pada sektor sosial tercatat sekitar Rp75,9 miliar serta lintas sektor sebesar Rp39,6 miliar.
Bencana tersebut juga berdampak pada 25.608 jiwa atau 8.325 kepala keluarga. Selain kerusakan rumah warga, sejumlah fasilitas publik turut terdampak, di antaranya 29 kantor pemerintahan, tiga rumah ibadah, 12 dayah, 46 sekolah, serta empat fasilitas pelayanan kesehatan. Infrastruktur jalan dan jembatan juga mengalami kerusakan, termasuk tujuh titik jalan dan tiga jembatan yang terputus.
Pemerintah daerah berharap laporan kerusakan yang telah disampaikan dapat menjadi dasar dukungan pemerintah pusat dalam percepatan pembangunan kembali infrastruktur serta pemulihan kondisi masyarakat terdampak.










