Meulaboh, TP – Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Barat semakin meluas sejak Rabu (26/11/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat melaporkan hingga Kamis (27/11/2025) malam pukul 19.50 WIB, sebanyak 58 gampong terdampak dengan total 2.652 kepala keluarga atau sekitar 3.866 jiwa terdampak kondisi tersebut.
Banjir dipicu oleh tingginya curah hujan yang disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan debit air di DAS Krueng Woyla dan Krueng Meureubo meningkat signifikan hingga meluap ke kawasan permukiman.
Sejumlah kecamatan terdampak cukup parah, di antaranya Johan Pahlawan, Meureubo, Sungai Mas, Arongan Lambalek, Woyla Timur, Pante Ceureumen, Woyla Barat, dan Kaway XVI.
Di beberapa wilayah seperti Pasi Leuhan, Pasi Mesjid, Pasi Aceh Baroh, Kajeng, Geudong, Teupin Peuraho, Pribu, Seuradeuk, serta sejumlah gampong di Woyla Barat dan Kaway XVI, air telah masuk ke rumah warga dan memutus akses jalan.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Aceh Barat, air mulai naik sejak Rabu pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Di Kecamatan Sungai Mas dan Woyla Timur, ketinggian air dilaporkan mencapai 1 hingga 1,5 meter. Sementara di beberapa titik di Sungai Mas, tinggi air rata-rata mencapai 130 sentimeter.
Debit air di sejumlah sungai masih fluktuatif. Hingga Kamis malam, permukaan air Krueng Meureubo dan Krueng Woyla terus meningkat, memicu kenaikan kembali banjir di beberapa wilayah. Meski demikian, sebagian kawasan seperti Sungai Mas dan Pante Ceureumen mulai menunjukkan tren surut, meskipun akses ke beberapa gampong masih terendam.
Mengantisipasi dampak yang semakin luas, BPBD Aceh Barat melakukan penanganan darurat. Petugas diterjunkan ke sejumlah lokasi, termasuk Kecamatan Sungai Mas dan Gampong Lango, untuk mengevakuasi warga menggunakan perahu karet.
BPBD juga mendirikan dapur umum di Gampong Tungkop serta menyalurkan dukungan logistik ke dapur umum swadaya masyarakat di Gampong Geudong. Sementara itu, tenda pengungsian telah dipasang di Gampong Leuhan untuk menampung warga yang terpaksa mengungsi.
Penanganan banjir melibatkan tim gabungan dari TNI, Polri, PT MIFA/AMM, UKM PK UTU, RAPI, ORARI, serta relawan masyarakat setempat. Bantuan logistik juga telah dikirim ke sejumlah wilayah terparah, khususnya di Woyla Timur, Woyla Barat, dan Arongan Lambalek.
Posko penanganan banjir telah dibuka di Mako BPBD Aceh Barat untuk mempermudah koordinasi lintas instansi.
Untuk mendukung operasi, BPBD mengerahkan berbagai peralatan, termasuk unit water supply, perahu karet, truk Reo, kendaraan operasional, dan truk dapur umum.
BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air serta cuaca ekstrem. Masyarakat diminta segera melapor apabila membutuhkan bantuan.
Layanan Darurat BPBD Aceh Barat:
Jl. Beringin Maju, Gampong Seuneubok, Meulaboh
Telepon: 0811 689 1171











