14 Nelayan Aceh Masih Ditahan di Thailand

- Kontributor

Selasa, 9 September 2025 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DKP Aceh, Aliman

Kepala DKP Aceh, Aliman

Banda Aceh, TP — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh mencatat sebanyak 14 nelayan asal Aceh masih berada di Thailand. Dari jumlah itu, 13 orang sedang menjalani hukuman penjara terkait tuduhan penangkapan ikan ilegal, sementara satu nelayan lainnya hanyut dan kini dalam proses pemulangan.

Kepala DKP Aceh, Aliman, menjelaskan belasan nelayan tersebut ditangkap otoritas Thailand karena melewati batas teritorial laut. Mereka dituduh melakukan illegal fishing di kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

“Dari 18 nelayan yang ditangkap pada Mei lalu, lima orang sudah bebas dan dipulangkan ke Aceh. Kini masih ada 12 nelayan yang menjalani hukuman, sementara satu nelayan hanyut bernama Rusli asal Aceh Utara segera dipulangkan,” kata Aliman di Banda Aceh, Selasa (9/9).

Baca Juga :  Ayah Diduga Perkosa Anak Kandung di Banda Aceh, Korban Sempat Diancam

Penangkapan terjadi pada 19 Mei 2025, ketika kapal perang Thailand HTMS Longlom menahan 18 nelayan Aceh Timur di perairan perbatasan Aceh–Thailand. Mereka berasal dari dua kapal berbeda, yakni KM Jasa Cahaya Ikhlas dan KM New Rever. Seluruhnya telah menjalani sidang di Pengadilan Phuket pada 9 Juli 2025.

Lima anak buah kapal (ABK) KM New Rever sudah bebas pada 27 Agustus dan kembali ke tanah air pada awal September. Sementara 12 ABK lainnya masih mendekam di penjara Thailand, dengan beberapa di antaranya diperkirakan bebas pada Desember mendatang.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Aceh Hingga 12 November

Adapun Rusli, nelayan asal Aceh Utara yang sempat dilaporkan hilang, ditemukan selamat oleh kapal pesiar Genting Dream di perairan Thailand pada 3 September. Karena tidak terlibat kasus hukum, proses pemulangannya sedang diurus oleh pihak berwenang.

Aliman mengingatkan para nelayan agar tidak melampaui batas perairan Indonesia ketika melaut. “Meskipun mencari rezeki, aturan batas wilayah harus dipatuhi. Jika dilanggar, otoritas negara lain bisa mengambil tindakan tegas,” tegasnya.

Ia juga mengimbau nelayan untuk memastikan kapal memiliki dokumen lengkap, persetujuan berlayar dari syahbandar, serta perlengkapan navigasi dan keselamatan sebelum turun ke laut.

Berita Terkait

Reses DPRK Banda Aceh Soroti HIV hingga Mahar Tinggi
Pemerintah Pusat Kucurkan Bantuan Meugang bagi Aceh
Program Renjani, DJP Aceh Kukuhkan 180 Relawan Pajak
Posko Darurat Minta Tarif Transportasi ke Aceh Tetap Wajar
Sekda Aceh Perkuat Koordinasi dengan NGO dan Relawan Pascabencana
Gubernur Aceh Paparkan Kebutuhan Mendesak Pascabencana ke Presiden
Listrik Jadi Kendala Utama Jaringan Aceh
Gubernur Tetapkan Aceh Tanggap Darurat Bencana 2025 Imbas Banjir dan Longsor

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:49 WIB

Reses DPRK Banda Aceh Soroti HIV hingga Mahar Tinggi

Rabu, 11 Februari 2026 - 12:44 WIB

Pemerintah Pusat Kucurkan Bantuan Meugang bagi Aceh

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:57 WIB

Program Renjani, DJP Aceh Kukuhkan 180 Relawan Pajak

Rabu, 10 Desember 2025 - 10:59 WIB

Posko Darurat Minta Tarif Transportasi ke Aceh Tetap Wajar

Selasa, 9 Desember 2025 - 14:57 WIB

Sekda Aceh Perkuat Koordinasi dengan NGO dan Relawan Pascabencana

Berita Terbaru

Farid Nyak Umar,ST., saat berbicara pada reses I masa persidangan II bersama warga

Banda Aceh

Reses DPRK Banda Aceh Soroti HIV hingga Mahar Tinggi

Kamis, 12 Feb 2026 - 20:49 WIB

Peserta Pelatihan dan Sosialisasi dan pelatihan aplikasi Internet Banking Corporate (IBC

Daerah

Pemkab Aceh Jaya Perkuat Transparansi Dana Desa Lewat IBC

Kamis, 12 Feb 2026 - 15:36 WIB

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE

Banda Aceh

Pemerintah Pusat Kucurkan Bantuan Meugang bagi Aceh

Rabu, 11 Feb 2026 - 12:44 WIB

Tim Universitas Teuku Umar menyalurkan bantuan kain sarung dan mukena dari perguruan tinggi mitra kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh.

Daerah

UTU Salurkan Bantuan Kampus Mitra ke Tiga Daerah Aceh

Senin, 9 Feb 2026 - 09:09 WIB

Daerah

Update Harga Emas 8 Februari 2026: UBS dan Galeri24 Naik

Minggu, 8 Feb 2026 - 19:32 WIB